International Organization for Standarization (ISO) dengan TC 34 telah merilis standar baru mengenai Food Safety Management System ISO 22000 (FSMS ISO 22000) pada bulan September 2005. Hal ini tentu saja bukan untuk suatu kepentingan politik maupun
kepentingan salah satu pihak, tetapi lebih kepada peningkatan jumlah makanan yang aman untuk dikonsumsi oleh manusia.
Mengapa ISO sampai mengeluarkan standar tersebut ?
Dalam beberapa tahun terakhir, kita dapat melihat mencuatnya kasus keracunan makanan
seperti adanya kasus keracunan sari buah di Surabaya (Mei 2004), kasus keracunan sebagian besar karyawan sebuah Televisi Swasta di Jakarta setelah mengkonsumsi katering perusahaan, kasus keracunan susu pada siswa-siswa SD, dsb.
Penyebab keracunan makanan terbesar di Indonesia berasal dari sektor catering. Hal ini tentu saja disebabkan karena tidak adanya Bagian Quality Control dan rendahnya pengetahuan cara mengolah makanan & minuman secara aman, serta kurangnya kontrol terhadap kebersihan para pekerja catering.
Meskipun kasus keracunan yang timbul dari sektor industri cukup rendah, bukan berarti kasus keracunan yang berasal dari sektor industri tidak ada.
Bahaya terhadap pangan dapat dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu bahaya fisik, bahaya kimia dan bahaya biologi. Peningkatan kasus keracunan makanan akibat bahaya biologi dalam beberapa tahun terakhir timbulnya cukup banyak varian dari mikroba, bakteri dan virus, seperti E.Coli 0157, E.Coli 0111, Salmonella Enteritidis, Norwalk viruses, dll. Sedangkan untuk bahaya kimiawi juga mengalami peningkatan yang signifikan karena adanya peningkatan teknologi dan teknik analitik.
Kontaminasi bahaya terhadap pangan harus mulai dicermati pada seluruh proses rantai makanan. Sehingga FSMS ISO 22000 telah mengatur mengenai penanganan mulai dari lahan (agrikultural) hingga menjadi makanan/minuman yang aman untuk dikonsumsi.
Aman disini berarti : aman untuk diri sendiri, keluarga, teman, lingkungan sekitar dan dunia
Konsep ini dikenal dengan konsep form Farm to Table.
ISO 22000 merupakan suatu perpaduan standar yang telah ada selama ini yaitu Standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 dengan Standar Keamanan Pangan HACCP (Hazard Analytical Critical Control Point). Dengan kombinasi tersebut maka diharapkan perusahaan/organisasi dapat menghasilkan Makanan/Minuman yang berkualitas (sesuai dengan harapan pelanggan) dan aman.
Beberapa seri ISO 22000 adalah
· ISO 22000 equirements for Food Safety Management Systems
· ISO/TS 22004 Guidance on the application of ISO 22000
· ISO/TS 22003 Requirements for bodies providing audits and certification of food safety management systems
· ISO 22005 Tracebility in the feed and food chain – General principles and guidance for system design and development
Beberapa elemen kunci yang menyebabkan ISO 22000 dapat efektif diterapkan yaitu :
· Merupakan sistem manajemen yang menggunakan pendekatan ISO 9001:2000
· Adanya kontrol terhadap proses
· Adanya penekanan khusus terhadap komunikasi (internal & eksternal) sepanjang rantai makanan (food chain)
· Adanya prerequisite programs
· Adanya infrastruktur dan pemeliharaan program
· Adanya prinsip HACCP